Gregoria Mariska Tunjung, pebulutangkis tunggal putri Indonesia menargetkan kembali di turnamen BWF Japan Open pada pertengahan Juli 2025, dirinya optimis bisa mengejar ketertinggalan.
Saapan dekatnya Jorji, tengah dalam pemulihan setelah menderita penyakit sakit vertigo dan pemulihannya masih bertahap, dimulai dari akupuntur hingga rutin mengecek kondisi ke rumah sakit tiap sepekan sekali.
Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 ini juga mendapat pendampingan selama masa pemulihan terutama saat latihan keseimbangan.
Memilik seorang pedamping sangat membantu dirinya
Jorji berkata ”Selama vertigo saya sangat menghindari gerakan cepat, bahkan saya kayak kena lampu gitu enggak bisa. Jadinya memang harus pelan-pelan kayak terapi gitu. Saya punya satu orang yang mendampingi saya setiap hari, ini sangat membantu karena dia juga bisa tahu kondisi saya seperti apa dan bisa laporan lagsung ke pelatih atau kepala pelatih”.
Memiliki persiapan dan latihan yang dilakukan bertahap itu, Jorji berharap bisa lekas performa di turnamen-turnamen BWF. Japan Open akan berlangsung di Tokyo, Jepang pada tanggl 15-20 Juli 2025 mendatang. BWF World Tour Super 750 itu akan memperebutkan hadiah total 950 ribu dolar AS.
Dengan berkaitan proteksi ranking, agar tidak jatuh melorot saat nanti main lagi, juara Japan Master 2023 itu belum ada niatan untuk melakukan hal tersebut dan dirinya juga tidak yakin durasi absennya memenuhi syarat,




